Let's join to be our partner Join Now!

Monolog Hati Episode 12 : Friendzone

Please wait 0 seconds...
Scroll Down and click on Go to Link for destination
Congrats! Link is Generated

Friendzone

Friendzone

Pertama kali melihatmu, kamu berbeda, sedikit menarik. Wajahmu mungkin tidak begitu mencolok di antara kerumunan, tetapi ada sesuatu yang menarik perhatianku. Mungkin itu senyummu yang ringan, mungkin itu cara kamu melihat sekitarmu dengan rasa ingin tahu. Aku tidak tahu pasti, tetapi ketika aku melihatmu, aku merasa ada sesuatu yang berbeda dalam hatiku.

Kedua kali melihatmu, aku memutuskan untuk menyapamu. Aku tidak tahu apa yang akan aku katakan, atau apakah kamu akan membalas sapaanku. Namun, aku merasa seperti harus melakukannya. Dan saat kamu membalas sapaanku dengan senyuman hangatmu, aku tahu bahwa aku tidak salah. Kamu tidak hanya menarik sedikit, kamu sangat menarik.

Mungkin ada yang menganggap ini seperti gombalan receh, kata-kata manis yang sering terlontar tanpa arti khusus. Tetapi ini berbeda. Ini nyata, sangat nyata. Aku merasa getaran di dalam diriku setiap kali kita berbicara. Senyumku terasa lebih tulus, hanya karena membaca pesan dari kamu. Sepertinya kamu memiliki kekuatan untuk membuatku merasa istimewa, untuk membuat hari-hariku lebih cerah.

Lama kelamaan, semuanya berubah. Ada rasa yang tumbuh di dalam diriku, rasa yang sulit kuterjemahkan dengan kata-kata. Ini bukan sekadar ketertarikan fisik, meskipun kamu memang sangat menarik secara visual. Ini lebih dalam dari itu. Ini seperti ada ikatan yang mulai terbentuk di antara kita, ikatan yang sulit kujelaskan, tetapi begitu kuat dan begitu nyata.

Rongga dadaku kembali dipenuhi oleh kupu-kupu yang riang. Aku merasa seperti remaja yang sedang merasakan cinta pertamanya, meskipun ini bukan cinta pertama bagiku. Ini seperti rasa gugup dan senang yang hanya bisa kurasakan ketika bersamamu. Aku merasa seperti malu sendiri saat berada di dekatmu, seperti kehilangan kata-kata ketika berbicara denganmu. Ini adalah perasaan yang luar biasa, meskipun terkadang membuatku merasa canggung.

Hal aneh lainnya adalah bagaimana aku merasa ketika menunggumu. Aku tidak sabar menunggu pesan dari kamu, dan saat ponselku berdering dengan pemberitahuan darimu, hatiku melonjak kegirangan. Aku tahu ini mungkin terdengar bodoh, tetapi itulah yang terjadi. Aku bahkan merasa cemas jika kamu tidak segera membalas pesanku, dan aku mencari-cari tanda-tanda bahwa kamu juga merasa seperti aku.

Apakah ruang kosong ini mulai terbuka? Sepertinya iya. Kita mulai mengenal satu sama lain dengan lebih baik, berbagi cerita, tertawa bersama, dan merasa nyaman dalam keheningan bersama. Aku mulai merasa bahwa kamu adalah seseorang yang benar-benar istimewa, seseorang yang membuatku merasa hidup.

Tapi pertanyaan yang selalu menghantuiku adalah, apakah rasamu sama dengan rasaku? Apakah kamu merasa hal yang sama seperti yang aku rasakan? Aku merasa takut untuk mengungkapkan perasaanku, takut bahwa itu hanya akan membuat segalanya menjadi canggung di antara kita. Tapi dalam hatiku, aku berharap bahwa kamu juga merasakannya, bahwa ada sesuatu yang lebih antara kita.

Aku ingin tahu apakah kamu merasakan getaran yang sama ketika kita berdua bersama. Apakah kamu merasakan detak jantungmu berpacu ketika kita berbicara atau tertawa bersama? Apakah kamu merasa bahwa ada sesuatu yang istimewa dalam momen-momen kita bersama?

Saat aku melihatmu, aku merasa seperti dunia di sekitar kita berhenti berputar sejenak. Saat kita berbicara, aku merasa seperti hanya kita berdua yang ada di dunia ini. Aku ingin tahu apakah kamu juga merasa seperti itu, apakah kamu juga merasa bahwa kita memiliki ikatan yang unik di antara kita.

Aku tahu bahwa mencoba mengukur perasaan seseorang tidak selalu mudah. Orang-orang memiliki cara berbeda untuk mengekspresikan perasaan mereka, dan terkadang mereka bahkan tidak tahu sendiri apa yang mereka rasakan. Tapi aku ingin mencoba, aku ingin tahu apakah ada kemungkinan untuk kita bersama.

Kadang-kadang aku melihatmu dari kejauhan, hanya untuk melihat senyummu atau mendengar tawa lepasmu. Aku berharap bahwa suatu hari aku akan memiliki keberanian untuk mengungkapkan perasaanku padamu, untuk mengatakan betapa istimewanya kamu bagiku. Tapi sampai saat itu tiba, aku akan terus menikmati setiap momen bersamamu, meskipun itu hanya dalam bentuk pertemanan.

Aku merasa beruntung telah memiliki kesempatan untuk mengenalmu, untuk melihat dunia melalui matamu, untuk merasakan kehangatan tawamu. Aku tahu bahwa apa pun yang terjadi, kamu akan selalu menjadi seseorang yang sangat istimewa dalam hidupku.

Mungkin suatu hari, saat kita sudah lebih dekat lagi, aku akan memiliki keberanian untuk mengajukan pertanyaan yang selalu ada dalam benakku: "Apakah rasamu sama atau tidak lebih?" Aku ingin tahu apakah ada peluang untuk kita menjalani sesuatu yang lebih dari sekadar pertemanan. Tapi sampai saat itu tiba, aku akan terus bersyukur atas setiap momen yang kita bagikan, atas setiap senyuman yang kamu berikan, dan atas setiap hari yang aku habiskan denganmu.

Ketika aku melihatmu, aku tahu bahwa kamu adalah seseorang yang istimewa. Dan aku berharap bahwa kita dapat menjalani perjalanan ini bersama, mengejar apa pun yang mungkin terjadi di masa depan. Sampai saat itu, aku akan terus tersenyum ketika membaca pesanmu dan merasa beruntung telah bertemu denganmu.


Post a Comment

Oops!
It seems there is something wrong with your internet connection. Please connect to the internet and start browsing again.
Site is Blocked
Sorry! This site is not available in your country.