Let's join to be our partner Join Now!

MAKALAH KIMIA ZAT RADIO AKTIF

Please wait 0 seconds...
Scroll Down and click on Go to Link for destination
Congrats! Link is Generated

Zat Radioaktif

MAKALAH KIMIA ZAT RADIO AKTIF

Zat radioaktif adalah materi yang mengandung atom-atom yang tidak stabil dan mengalami peluruhan radioaktif. Dalam artikel ini, kita akan menjelaskan apa yang dimaksud dengan zat radioaktif, sejarah penemuan mereka, jenis-jenis sinar radioaktif, struktur inti, transmutasi inti, reaksi inti, energi nuklir, deret keradioaktifan, peluruhan zat radioaktif, serta kegunaan dan dampak dari zat radioaktif.

Apa yang dimaksud dengan zat radioaktif?

Zat radioaktif adalah materi yang mengandung atom-atom yang tidak stabil dan mengalami peluruhan radioaktif. Atom-atom ini memiliki inti yang terlalu besar atau terlalu banyak energi, sehingga mereka mencoba untuk mencapai kestabilan dengan melepaskan partikel-partikel seperti foton, elektron, neutron, atau proton. Proses peluruhan ini menghasilkan radiasi yang dapat berdampak pada materi dan organisme yang berinteraksi dengannya.

Bagaimana sejarah penemuan zat radioaktif?

Sejarah penemuan zat radioaktif dimulai pada tahun 1896 ketika fisikawan Henri Becquerel menemukan fenomena radiasi yang disebabkan oleh uranium. Pada tahun yang sama, pasangan ilmuwan Marie dan Pierre Curie menemukan unsur radioaktif baru yang mereka sebut radium dan polonium. Penemuan-penemuan ini mengarah pada pemahaman awal tentang radioaktivitas dan pengembangan ilmu nuklir.

Pada tahun 1895 W.C. Rontgen melakukan percobaan dengan sinar katode. Ia menemukan bahwa tabung sinar katode menghasilkan suatu radiasi berdaya tembus besar yang dapat menghitamkan film foto. Selanjutnya sinar itu diberi nama sinar X. Sinar X tidak mengandung elektron, tetapi merupakan gelombang elektromagnetik. Sinar X tidak dibelokkan oleh bidang magnet, serta memiliki panjang gelombang yang lebih pendek daripada panjang gelombang cahaya. Berdasarkan hasil penelitian W.C Rontgen tersebut, maka Henry Becquerel pada tahun 1896 bermaksud menyelidik sinar X, tetapi secara kebetulan ia menemukan gejala keradioaktifan. Pada penelitiannya ia menemukan bahwa garam-garam uranium dapat merusak film foto meskipun ditutup rapat dengan kertas hitam. Menurut Becquerel, hal ini karena garam-garam uranium tersebut dapat memancarkan suatu sinar dengan spontan. Peristiwa ini dinamakan radio aktivitas spontan.

Baca Juga : Sistem Koloid - Mengenal Apa Itu Koloid dan Jenis-jenisnya

Marie Curie merasa tertarik dengan temuan Becquerel, selanjutnya dengan bantuan suaminya Piere Curie berhasil memisahkan sejumlah kecil unsur baru dari beberapa ton bijih uranium. Unsur tersebut diberi nama radium. Pasangan Currie melanjutkan penelitiannya dan menemukan bahwa unsur baru yang ditemukannya tersebut telah terurai menjadi unsur-unsur lain dengan melepaskan energi yang kuat yang disebut radioaktif.

Ilmuwan Inggris, Ernest Rutherford menjelaskan bahwa inti atom yang tidak stabil (radionuklida) mengalami peluruhan radioaktif. Partikel-partikel kecil dengan kecepatan tinggi dan sinar-sinar menyebar dari inti atom ke segala arah. Para ahli kimia memisahkan sinar-sinar tersebut ke dalam aliran yang berbeda dengan menggunakan medan magnet. Dan ternyata ditemukan tiga tipe radiasi nuklir yang berbeda yaitu sinar alfa, beta, dan gamma. Semua radionuklida secara alami memancarkan salah satu atau lebih dari ketiga jenis radiasi tersebut.

Apa saja jenis-jenis sinar radioaktif?

Ada tiga jenis sinar radioaktif utama, yaitu alfa, beta, dan gamma. Partikel alfa terdiri dari dua proton dan dua neutron, mirip dengan inti helium. Partikel ini memiliki muatan positif dan memiliki jarak tempuh yang pendek dalam materi. Partikel beta adalah elektron (beta minus) atau positron (beta plus) yang ditembakkan keluar dari inti atom. Partikel alfa dan beta adalah berat, sedangkan sinar gamma adalah sinar elektromagnetik yang bersifat sangat berenergi dan tidak memiliki massa maupun muatan.

Zat Radioaktif : Jenis, Sifat, dan Struktur Inti

Zat radioaktif adalah materi yang mengandung atom-atom yang tidak stabil dan mengalami peluruhan radioaktif. Sifat-sifat zat radioaktif dikelompokkan berdasarkan jenis sinar radioaktif yang dihasilkannya. Ada tiga jenis utama sinar radioaktif: sinar alfa, sinar beta, dan sinar gamma. Selain itu, zat radioaktif memiliki struktur inti yang khas, dengan nukleon-nukleon sebagai partikel penyusun inti atom.

Jenis-Jenis Sinar Radioaktif

a) Sinar Alfa

  1. Terdiri dari inti helium yang mengandung 2 proton dan 2 neutron.
  2. Ditemukan oleh Ernest Rutherford pada tahun 1903.
  3. Bermuatan positif.
  4. Memiliki daya pengion tinggi, tetapi daya tembus rendah.

Lambang sinar alfa:

b) Sinar Beta

  1. Terdiri dari elektron-elektron yang bergerak cepat.
  2. Ditemukan oleh Ernest Rutherford pada tahun 1903.
  3. Bermuatan negatif.
  4. Berkecepatan mendekati kecepatan cahaya.
  5. Memiliki daya tembus lebih besar daripada sinar alfa.
  6. Dapat mengionkan benda-benda yang dilaluinya.

Lambang sinar beta:

c) Sinar Gamma

  1. Merupakan gelombang elektromagnetik.
  2. Ditemukan oleh Paul Ultich Villard.
  3. Tidak bermuatan listrik, sehingga tidak dapat dibelokkan oleh medan magnet atau listrik.
  4. Memiliki daya tembus sangat besar dan hanya dapat dihentikan oleh selapis baja atau beton.
  5. Dapat mengionkan materi yang dilaluinya, meskipun tidak sekuat sinar alfa atau beta.

Lambang sinar gamma: 

Sifat-Sifat Umum Zat Radioaktif

  1. Dapat mengionkan gas yang disinari.
  2. Mampu menembus lempeng logam tipis.
  3. Dapat diuraikan oleh medan magnet.
  4. Mampu menghitamkan pelat film.

Baca Juga

Struktur Inti

Dalam suatu nuklida, terdapat nukleon-nukleon sebagai partikel penyusun inti atom. Nukleon ini terdiri dari proton (bermuatan positif) dan neutron (tidak bermuatan). Suatu inti atom yang memiliki jumlah nukleon tertentu disebut nuklida, yang merupakan isotop atom. Suatu nuklida dapat dinyatakan dengan lambang unsur yang dilengkapi dengan nomor massa (jumlah nukleon). Ada penggolongan nuklida berdasarkan karakteristiknya:

  1. Isotop: Nuklida dengan nomor atom yang sama, tetapi nomor massa berbeda.
  2. Isobar: Nuklida dengan nomor massa yang sama, tetapi jumlah proton berbeda.
  3. Isoton: Nuklida dengan jumlah neutron yang sama.

Dalam ilmu radioaktivitas, pemahaman tentang jenis sinar radioaktif, sifat-sifat zat radioaktif, dan struktur inti adalah penting. Hal ini tidak hanya mendukung penelitian ilmiah, tetapi juga memiliki aplikasi praktis, seperti dalam pengobatan kanker dengan radioterapi atau dalam pengembangan teknologi nuklir. Meskipun radioaktivitas memiliki dampak potensial yang berbahaya, pemahaman yang tepat dapat membantu mengendalikan dan memanfaatkan energi nuklir dengan aman.

Bagaimana struktur inti, transmutasi inti, dan reaksi inti dari zat radioaktif?

Inti atom adalah pusat atom yang mengandung proton dan neutron. Zat radioaktif memiliki inti yang tidak stabil, sehingga mereka mengalami transmutasi inti, yaitu perubahan komposisi inti atom. Ini dapat terjadi melalui berbagai proses, seperti peluruhan alfa, beta, atau gamma. Peluruhan alfa melibatkan pelepasan partikel alfa, peluruhan beta melibatkan pelepasan partikel beta, dan peluruhan gamma melibatkan emisi sinar gamma. Reaksi inti ini menghasilkan perubahan dalam elemen kimia, mengubah satu elemen menjadi elemen lain.

Apa yang dimaksud dengan energi nuklir?

Energi nuklir adalah energi yang dihasilkan dari reaksi nuklir. Reaksi nuklir melibatkan perubahan inti atom, yang menghasilkan energi yang sangat besar. Salah satu contoh paling terkenal dari energi nuklir adalah bom atom, yang mengandalkan reaksi nuklir untuk melepaskan energi yang menghancurkan. Namun, energi nuklir juga dapat digunakan untuk tujuan damai dalam pembangkit listrik tenaga nuklir.

Apa yang dimaksud dengan deret keradioaktifan?

Deret keradioaktifan adalah serangkaian peluruhan radioaktif yang terjadi dalam suatu urutan. Contoh paling terkenal adalah deret keradioaktifan uranium, yang dimulai dengan peluruhan uranium menjadi torium, lalu torium menjadi radium, dan seterusnya. Deret keradioaktifan ini memiliki berbagai tingkat waktu paruh, yang menggambarkan berapa lama waktu yang diperlukan untuk setengah jumlah materi radioaktif dalam deret itu untuk meluruh.

Apa yang dimaksud peluruhan zat radioaktif?

Peluruhan zat radioaktif adalah proses di mana atom-atom yang tidak stabil melepaskan partikel atau energi dalam upaya mencapai kestabilan. Ini mengubah komposisi inti atom dan menghasilkan materi baru. Misalnya, peluruhan uranium menghasilkan torium dan partikel alfa. Peluruhan ini adalah proses yang tidak dapat diubah dan terjadi pada tingkat yang sangat teratur sesuai dengan hukum peluruhan radioaktif.

Apa saja kegunaan dan dampak dari zat radioaktif?

Zat radioaktif memiliki berbagai kegunaan dan dampak. Di sisi satu, energi nuklir yang dihasilkan dari reaksi nuklir telah digunakan dalam pembangkit listrik tenaga nuklir untuk menyediakan listrik kepada masyarakat. Zat radioaktif juga digunakan dalam pengobatan kanker (radioterapi) dan dalam pencitraan medis (misalnya, sinar-X dan tomografi positron).

Namun, penggunaan zat radioaktif juga memiliki risiko, terutama ketika tidak ditangani dengan benar. Paparan radiasi dapat menyebabkan kerusakan pada jaringan tubuh manusia dan bahkan dapat menyebabkan kanker. Oleh karena itu, penting untuk mengatur penggunaan zat radioaktif dan memastikan tindakan keamanan yang ketat.

Baca Juga : Siklus Nitrogen

Penutup

Zat radioaktif merupakan materi yang mengandung atom-atom yang tidak stabil dan mengalami peluruhan radioaktif. Mereka memiliki sejarah panjang dalam ilmu pengetahuan, dengan penemuan awal oleh Henri Becquerel dan penelitian lebih lanjut oleh Marie dan Pierre Curie.

Ada tiga jenis sinar radioaktif utama, yaitu alfa, beta, dan gamma, dengan masing-masing memiliki karakteristik yang berbeda. Struktur inti, transmutasi inti, dan reaksi inti adalah konsep penting dalam radioaktivitas. Energi nuklir adalah hasil dari reaksi nuklir dan dapat digunakan baik untuk tujuan damai maupun militer.

Deret keradioaktifan menggambarkan urutan peluruhan dalam suatu deret, sementara peluruhan radioaktif adalah proses di mana atom-atom tidak stabil melepaskan partikel atau energi. Akhirnya, zat radioaktif memiliki kegunaan yang beragam, tetapi juga berpotensi berdampak buruk jika tidak ditangani dengan benar, sehingga peraturan dan tindakan keamanan sangat penting.

Post a Comment

Oops!
It seems there is something wrong with your internet connection. Please connect to the internet and start browsing again.
Site is Blocked
Sorry! This site is not available in your country.