Let's join to be our partner Join Now!

Monolog Hati Episode 28 : Maaf

Please wait 0 seconds...
Scroll Down and click on Go to Link for destination
Congrats! Link is Generated

Maaf

Monolog Hati Episode 28 : Maaf

Story Edelweiss - Di tempat yang tenang dan sunyi ini, aku duduk sendirian, merenung jauh ke dalam hati. Entah mengapa, pikiranku selalu terhanyut dalam kenangan tentangmu. Saat matahari terbenam, cahayanya menyapu langit seperti senyummu yang manis. Di bawah langit yang perlahan berubah warna, aku merasa seperti seorang pelaut yang tersesat di lautan cinta yang dalam, mencari bintang yang akan membawaku pulang. 

Hai cantik

Maaf ya, saat ini hanya maaf yang bisa aku berikan untukmu, maaf jika selama ini aku masih belum bisa membahagiakanmu, maaf jika kekuranganku sering kali membuatmu marah bahkan malu denganku, dan maaf jika aku hanya memberikan rasa susah dihidupmu, tapi aku hanya ingin kamu tau bahwa segala hal yang tidak kamu sukai dari diriku, kini aku selalu mencoba merubahnya agar kamu bisa menerimanya, maaf jika aku belum bisa menjadi apa yang kamu mau.

Maaf ya jika hari-harimu bersamaku hanya dipenuhi dengan kata maaf. Terkadang aku takut dan bertanya-tanya pada diriku sendiri, apakah aku bisa membahagiakanmu seperti laki-laki lain membahagiakan kekasihnya? Apakah aku bisa mengajakmu jalan-jalan ke tempat yang kamu mau seperti laki-laki lain mengajak kekasihnya?

Cantik, aku tidak pernah merasa keberatan saat kamu meminta ini itu dan sebagainya ke padaku,  selama aku bisa maka aku akan melakukannya untukmu, dan bila aku tak mampu maka aku akan selalu berusaha untuk memenuhinya demi kebahagiaanmu. Dan kamu tidak perlu khawatir dengan kebahagiaanku, karena melihat mu Bahagia dan tersenyum lebar saat bersamaku adalah kebahagiaanku yang tak ternilai lagi harganya.

Maaf ya cantik

Maaf aku masih banyak kurangnya

Mungkin sekarang hanya maaf yang bisa aku tawarkan. Maaf adalah kata yang sering aku ucapkan, bukan karena aku suka, melainkan karena kadang-kadang, itu satu-satunya yang bisa aku katakan. Maaf jika selama ini aku masih belum bisa membahagiakanmu sepenuhnya. Terkadang, aku merasa seperti seorang penyair yang berusaha menuliskan puisi tentang kebahagiaan, tetapi kata-kata yang seharusnya indah sering kali berubah menjadi kalimat yang hancur. 

Baca Juga

Maaf jika kekuranganku sering kali membuatmu marah, bahkan membuatmu merasa malu memiliki orang seperti diriku. Seperti seorang pelukis yang berusaha menciptakan lukisan indah, tetapi terkadang jari-jariku bergetar dan membuat goresan yang tidak seharusnya ada. Terkadang, aku merasa seperti sebuah lukisan yang belum selesai, penuh dengan coretan yang tidak pernah bisa dihapus. 

Dan maaf jika aku hanya memberikan rasa susah di hidupmu. Seperti seorang penjelajah yang terdampar di tengah padang pasir, aku mencoba untuk mencari jalan keluar, namun sering kali hanya menemui jalan buntu. Aku ingin menjadi oase di tengah kekeringan hidupmu, tetapi terkadang aku hanya seperti gurun yang tak berujung. 

Tapi aku hanya ingin kamu tahu bahwa segala hal yang tidak kamu sukai dari diriku, kini aku selalu mencoba merubahnya. Seperti seorang tukang emas yang meleburkan logam kasar menjadi perhiasan berkilau, aku mencoba untuk menjadi lebih baik demi dirimu. Aku berusaha merapikan goresan-goresan yang telah tercipta, meskipun terkadang itu menyakitkan. 

Maaf jika aku belum bisa menjadi apa yang kamu mau. Terkadang, aku merasa seperti seorang pangeran yang berusaha menjadi kesatria dalam cerita dongeng, tetapi pedangku terlalu berat untuk diangkat. Aku ingin menjadi pangeran dalam cerita hidupmu, yang selalu ada untuk melindungimu, namun terkadang aku merasa seperti seorang penjahat dalam kisah yang salah. 

Cantik, aku tidak pernah merasa keberatan saat kamu meminta ini itu dan sebagainya. Seperti seorang penyihir yang berusaha memenuhi permintaanmu, aku berusaha untuk mengabulkan setiap keinginanmu, selama aku bisa. Aku ingin memberikanmu bintang di langit, meskipun kadang-kadang aku merasa seperti debu yang terbang tanpa arah. 

Selama ini, aku selalu berusaha menjadi seperti air yang mengalir, mengikuti aliran hidupmu. Aku tidak pernah ingin menjadi batu yang menghalangimu. Seperti sebuah sungai yang berliku-liku, hidup ini penuh dengan kejutan dan tantangan. Terkadang, aku merasa seperti seorang petualang yang terjebak dalam hutan belantara, mencari jalan keluar yang tidak pernah mudah. 

Cantik, aku ingin menjadi pelabuhanmu, tempat yang selalu bisa kamu tuju saat gelombang kehidupan menghantam. Aku ingin menjadi pohon yang menaungi kamu dari panas dan hujan, meskipun terkadang angin kencang membuatku bergoyang. Aku ingin menjadi seperti matahari yang selalu menyinari harimu, meskipun terkadang awan hitam menghalanginya. 

Dan kamu tidak perlu khawatir dengan kebahagiaanku, karena melihatmu bahagia dan tersenyum lebar saat bersamaku adalah kebahagiaanku yang tak ternilai lagi harganya. Seperti seorang penari yang menari dengan semangat di atas panggung, aku merasa hidup saat melihat senyummu. Aku merasa seperti seorang musisi yang menemukan melodi yang sempurna saat kamu tersenyum. 

Cantik, aku tahu bahwa kadang-kadang aku masih banyak kurangnya. Seperti seorang pelukis yang belum pernah menyelesaikan lukisannya, aku selalu merasa ada sesuatu yang kurang, sesuatu yang belum sempurna. Namun, aku berjanji untuk terus berusaha menjadi lebih baik, untuk menciptakan lukisan hidup kita yang penuh warna. 

Mungkin hanya itu yang bisa kusampaikan dalam monolog kali ini. Aku tahu bahwa kata-kata hanyalah kata-kata, dan tindakanlah yang akan membuktikan segalanya. Tapi, aku ingin kamu tahu bahwa di tempat yang sunyi ini, hatiku penuh dengan cinta untukmu, seperti bintang-bintang yang bersinar di malam yang gelap. Aku berharap suatu hari aku bisa menjadi bintang yang selalu menuntunmu pulang, menuju tempat yang penuh cinta dan kebahagiaan.

Post a Comment

Oops!
It seems there is something wrong with your internet connection. Please connect to the internet and start browsing again.
Site is Blocked
Sorry! This site is not available in your country.