Let's join to be our partner Join Now!

Monolog Hati Episode 15 : September

Please wait 0 seconds...
Scroll Down and click on Go to Link for destination
Congrats! Link is Generated

September

September

September. Bulan yang menghantarkan kita ke dalam perjalanan yang penuh warna, namun pada akhirnya juga mengantarkan kita pada pahitnya perpisahan. Aku selalu menganggap diriku sebagai seseorang yang betah dalam keheningan, hidup dalam monokrom tanpa perlu berlama-lama memikirkan warna-warna yang tak kunjung datang. Namun, semua itu berubah ketika kamu muncul dalam hidupku. Kamu adalah warna yang tiba-tiba mewarnai dunia monotonku. Kamu adalah sinar yang menyinari langit mendung ini dan membuatnya terasa lebih hidup.

Kamu pernah mengatakan, bahwa aku adalah monokrom yang kebetulan bertemu dengan seseorang sepertimu yang memberikan warna sekaligus mentari dalam hidupku. Kita adalah sebuah kanvas yang dipenuhi oleh warna-warna cerita, layaknya catatan indah pada lembaran hari-hari kita yang bersama. Bagiku, kamu adalah segala warna dalam palet kehidupanku. Kamu adalah warna-warna pelangi yang muncul dalam hujan badai yang pernah kita alami bersama. Kita adalah lukisan yang tercipta dengan indah, walaupun terkadang ada goresan-goresan hitam yang menandai saat-saat sulit yang kita lewati.

Namun, takdir memang selalu punya cara yang tak terduga untuk menguji kita. September adalah saksi bisu dari kegagalan kita. Semua rencana yang kita susun begitu rapi, semua mimpi yang kita gantungkan begitu tinggi, akhirnya hancur berkeping-keping di hadapan kita. Semua harapan yang pernah kita simpan begitu erat, tiba-tiba lenyap tanpa jejak. Keputusan untuk berpisah adalah keputusan yang pahit, meskipun kita tahu itu adalah keputusan yang terbaik. Tidak ada yang baik-baik saja pada hari itu. Hanya ada tangisan, rasa sakit, dan perasaan kehilangan yang begitu mendalam.

Aku pernah berbohong tentang perasaan benci. Membencimu adalah hal yang paling mustahil bagiku. Yang sebenarnya sering kulakukan adalah merindukanmu dengan keras, mencarimu dalam kepingan ingatan yang selalu berhasil membuat air mataku menetes. Aku mencarimu dalam kenangan-kenangan indah yang kita bagikan. Kenangan tentang senyummu yang membuat hari-hari cerah, tentang tawamu yang begitu menggoda, tentang pelukanmu yang membuatku merasa aman.

Aku merindukan momen-momen kita bersama di bawah langit yang penuh bintang. Kenangan itu seperti sebuah lukisan yang terpatri dalam hatiku, takkan pernah pudar. Aku merindukan obrolan malam yang panjang, ketika kita berbicara tentang mimpi-mimpi kita dan berbagi cerita-cerita kehidupan. Kamu adalah pendengar yang baik, yang selalu mendengarkan dengan penuh perhatian dan memberikan nasihat yang bijak. Aku merindukan setiap detik yang kita habiskan bersama, ketika kita hanya bisa tersenyum dan saling berpegangan tangan, tahu bahwa kita memiliki satu sama lain.

Tapi sekarang, semua itu hanya tinggal kenangan. Kenangan yang begitu indah, namun juga pahit. Aku mencoba untuk melupakanmu, tetapi rasanya seperti mencoba menghapus warna-warna indah dari palet hidupku. Aku tahu aku harus melanjutkan hidupku tanpa kamu, tetapi itu terasa begitu sulit. Aku mencoba untuk mengejar mimpi-mimpi yang pernah kita impikan bersama, tetapi tanpa kamu, mereka terasa hambar.

Aku mencoba untuk mengisi kekosongan yang kamu tinggalkan dalam hidupku dengan hal-hal lain, tetapi tidak ada yang bisa menggantikanmu. Kamu adalah bagian dari diriku yang tak terpisahkan. Meskipun kita tidak lagi bersama, kamu selalu ada dalam pikiranku. Setiap kali aku melihat matahari terbenam, aku mengingatmu. Setiap kali aku mendengar lagu yang kita dengarkan bersama, aku merasakan kehadiranmu. Setiap kali aku tersenyum, itu adalah senyuman yang kita bagi bersama.

Aku mencoba untuk melanjutkan hidupku dengan tekad yang kuat, seperti yang kamu selalu ajarkan padaku. Kamu selalu menjadi sumber inspirasi bagiku. Meskipun kamu tidak lagi berada di sampingku, aku tahu kamu ingin melihat aku bahagia. Aku berusaha untuk menjadi versi terbaik dari diriku sendiri, seperti yang kamu harapkan.

Mungkin suatu hari nanti, kita akan bertemu lagi di persimpangan jalan kehidupan. Mungkin suatu hari nanti, kita akan memiliki kesempatan untuk melanjutkan apa yang pernah kita mulai bersama. Atau mungkin, kita akan melanjutkan hidup kita masing-masing, membawa kenangan indah tentang kita bersama. Yang pasti, kamu akan selalu memiliki tempat istimewa dalam hatiku.

September. Kita adalah cerita yang penuh warna dalam buku kehidupanku. Kita adalah bab yang begitu berarti, namun harus kuselesaikan dengan tanda titik. Meskipun kita telah berpisah, aku tahu bahwa kita pernah memiliki sesuatu yang istimewa. Kita pernah merasakan cinta yang begitu dalam dan tulus, dan itu adalah hadiah terindah dalam hidupku.

Mungkin suatu hari nanti, saat bulan September datang lagi, aku akan duduk di bawah langit yang sama, mengenang semua kenangan indah tentang kita. Aku akan tersenyum, meskipun mungkin air mata akan mengisi mataku. Kita pernah bersama, dan itu adalah yang terbaik yang pernah terjadi dalam hidupku. Kita pernah memiliki September yang penuh warna, dan meskipun sekarang sudah berakhir, kenangan itu akan tetap hidup selamanya dalam hatiku.


 

Post a Comment

Oops!
It seems there is something wrong with your internet connection. Please connect to the internet and start browsing again.
Site is Blocked
Sorry! This site is not available in your country.